odds.

Dia muncul tiap kali kesibukan dan kecelakaan datang dictate minda aku. Dan hari-hari aku tak pernah surut dari kesibukan, dan fikiran aku tak pernah berhenti dari memikirkan penyelesaian satu per satu masalah dunia.

Dia yang berada disisi memandu memegang tanganku erat, seperti tak mungkin ada lagi esok.


"Darling you are like a drug to me" kataku.
"Why?"
"Because I'm so addicted to you. And when I'm with you, I'm high"

Dia senyum sambil memandu menuju kearah yang tak menentu, tanpa hala tuju.
Dia memandu dan terus memandu.

"And you.." katanya
"You are like a toxic"
"why?"
"Because you bunuh I perlahan-lahan"

Dan kami ketawa dan menahan daripada berbicara tentang hati dan perasaan.

1 comments:

Anonymous said...

Sarah, I am happy if you are happy with your new life. Just to let you know no matter how ignorant I am towards our relationship, I appreciate every single time that we had spent together for all this while. I know I am not a good girlfriend to you, I'm sorry. :( I miss those memories, thank you for being such a good friend to me. :)
p/s : I just read one of yr entry, specially dedicated to me. That is so flattered and touched. I love you. -ILY